Berbagai Solusi UMKM Untuk Indonesia

Usaha Kecil dan Menengah yang biasanya disingkat dengan sebutan UKM ialah bagian yang penting dari sebuah perekonomian yang ada di Indonesia. Seberapa pentingnya UKM itu sendiri dalam perekonomian dapat dilihat dari data BPS dimana kontribusi dari UMKM pada perekonomian mencapai hingga 61.41 persen dari PDB serta 97 persen dari total tenaga kerja nasional yang diserap oleh UKM. Lalu apa sebenarnya makna dari persentase tersebut? Dengan persentase yang disebutkan tadi, artinya pertumbuhan UKM mencapai sebesar 10% dan akan menjadi pertumbuhan PDB sebesar 6,1% serta dapat meningkatkan lapangan kerja yang baru sekitar 2 hingga 3 juta pekerjaan baru. Group bank Danamon juga menawarkan salah satu solusi lewat situsnya solusi umkm danamon peduli untuk membatu perekonomian di Indonesia.

Meskipun peran UKM sangatlah besar namun UKM sendiri masih saja menemui berbagai macam permasalahan dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa masalah yang biasanya ditemui oleh UKM hingga sulit berkembang ialah seperti permasalahan modal, pemasaran, serta pengetahuan. Dan juga jenis-jenis dari usaha mikro itu sendiri ada usaha kecil serta usaha menengah yang sangat mudah ditemukan di sekitaran kita. Beberapa jenis usaha mikro ialah tambal ban, warung kelontong, warung nasi, peternak ayam dan usaha yang sejenis lainnya. Dan untuk jenis usaha kecil dapat dibedakan menjadi tiga jenis usaha yaitu industri kecil, perusahaan berskala kecil serta usaha informal. Dan juga beberapa macam jenis usaha menengah diantaranya ialah usaha perdagangan yang juga melibatkan aktivitas ekspor impor, serta industri makanan dan minuman, usaha pertanian, dan lain sebagainya. Dari data yang telah berhasil dikumpulkan, kurang lebih terdapat 5 permasalahan UMKM yang sering kali dihadapi oleh para pelaku UMKM yang juga membutuhkan solusi.

Mungkin saja saat ini kalian tengah menghadapi kelima permasalahan tersebut atau satu diantaranya. Permasalahan UMKM ini juga sekaligus menjadi sebuah tantangan bisnis bagi setiap pelaku UMKM itu sendiri yang ingin bisnisnya bertahan serta ingin mengembangkan usahanya.

Permasalahan yang pertama ialah berkaitan dengan modal untuk pengembangan usaha yang dihadapi oleh sebagian besar pelaku UMKM itu sendiri. Ide bisnis baru tersebut juga dilakukan untuk perluasan usaha juga sudah kerap kali harus disingkirkan jauh hanya karena permasalahan yang satu itu. Selain itu, akar masalah permodalan ini juga bisa dibilang klasik, para pelaku UMKM itu sendiri sering kali dinilai tidak mampu untuk dapat memenuhi persyaratan perbankan. Dan juga, kemajuan teknologi finansial kini telah melahirkan pendanaan yang juga memakai sistem equity crowd funding. Kalian pun dapat memperoleh modal usaha dari beberapa orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha juga. Pendanaan tersebut juga ditujukan tidak hanya untuk UMKM saja, namun juga untuk bisnis startup. Dan juga beberapa contoh pendanaan yang menggunakan sistem crowd funding beberapa di antaranya ialah Gandengtangan.com, Akseleran.com, Indiegogo.com, kolase.com, serta Koinworks.com. Tentunya perusahaan-perusahaan crowd funding tersebut tetap masih perlu menerapkan sejumlah persyaratanyang harus dipenuhi, jika suatu saat kau ingin mengajukan permintaan permodalan.

Tapi persyaratan-persyaratan tersebut pun biasanya tidak serumit saat berhubungan dengan perbankan itu sendiri. Perusahaan crowd funding pun menggunakan bunga pinjaman yang rendah. Kalian pun dapat mencermati ketentuan tersebut pada masing-masing perusahaan crowd funding dan juga untuk memperoleh penawaran terbaik. Dan juga pastikan jika perusahaan crowd funding yang kalian pilih pun telah terdaftar dan juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Secara garis besarnya, perusahaan crowd funding sebagai jembatan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan investor.