Ponsel Terbaik Tahun 2019

Memilih sebuah smartphone tentunya bukanlah hal yang mudah. Ada banyak smartphone keluaran terbaru yang sangat menarik untuk dibeli, hal tersebut karena umumnya samrtphone tersebut dibekali dengan desain terkini serta teknologi terbaru. Dan juga, harga smartphone keluaran terbaru pun belum tentu cocok dengan budget yang dimiliki. Di sisi lain, smartphone yang dirilis beberapa bulan sebelumnya pun masih bernilai untuk dimiliki. Hal tersebut pun karena desainnya tidak begitu ketinggalan zaman, untuk spesifikasi hardware serta fitur yang dimiliki pun masih terbilang baru. Berikut ini beberapa ponsel terbaik 2019 yang bisa jadi referensi Anda jika ingin membeli smartphone baru.

1. Vivo Z1 Pro. Vivo Z1 Pro merupakan pendatang baru yang telah disematkan dengan prosesor Snapdragon 712 AIE pertama di Indonesia dan dengan sistem fabrikasi 10 nm FinFET dengan kecepatan 2.3GHz. Dan itu setara dengan chipset flagship. Untuk prosesornya pun dimaksimalkan dengan RAM sebesar 6GB serta penyimpanan sebesar 128GB. Vivo Z1 Pro ini memang khusus dirancang sebagai sebuah smartphone yang powerful untuk digunakan gaming, dan dengan mobilitas tinggi serta fotografi andalan. Ponsel ini juga Fast Charging 18W. Bagi para penggemar game tentunya akan dimanjakan dengan beberapa fitur yang dimilikinya seperti Multi-Turbo serta Ultra Game Mode untuk dapat mendongkrak performa dalam bermain game apapun dan juga dapat memainkan game-game dengan spesifikasi yang berat dengan cukup mulus. Vivo Z1 Pro ini pun mengandalkan AI Triple Camera pada bagian punggungnya, yaitu kamera utama 16MP, lalu kamera AI Super Wide-angle 8MP, serta kamera depth sensor 2MP. Telah hadir pula generasi vivo terbaru yaitu vivo v17 pro. info spesifikasi vivo v17 pro bisa dilihat di website resminya.

2. Xiaomi Redmi Note 7. Selanjutnya ada Xiaomi Redmi Note 7, meskipun smartphone yang satu ini sudah dirilis cukup lama yaitu sejak awal tahun 2019 yang lalu, namun smartphone pertama brand Redmi ini masih populer hingga sekarang. Hal itu juga tidak terlepas dari spesifikasi yang diberikan seperti dual kamera belakangnya yang memiliki resolusi sebesar 48MP + 5MP AI yang juga berlabelkan kamera yang setara dengan flagship. Dan juga Redmi Note 7 ini hanya dibanderol dengan harga sekitar 2 jutaan, bisa dibilang harganya cukup terjangkau jika diimbangi dengan spek kelas atas yang dimiliki. Smartphone sub-brand dari Xiaomi ini pun diperkuat dengan chipset Snapdragon 660 AIE yang mampu untuk menghasilkan performa tangguh. Baterainya pun sebesar 4,000 mAh yang juga tahan lama digunakan online seharian, serta sokongan teknologi Quick Charge 4 dan juga USB Type-C. Smartphone ini berlayar 6.3 inci full HD+ dengan desain Dot Drop ini layarnya juga telah berlapiskan Gorilla Glass 5, yang tentunya akan lebih tahan gores. Dan desain stylishnya dengan warna gradasi yang berada di bagian punggung pun membuat penampilan Redmi Note 7 tidaklah ketinggalan zaman.

3. Realme 5 Pro. Ponsel yang satu ini merupakan ponsel yang paling dicari di bulan September 2019 ini. Ponsel Realme 5 Pro ini begitu mengandalkan kekuatan Quad Camera yang ada di punggungnya, dan masing-masing kamera utamanya ialah 48MP, lalu kamera Ultra Wide Angle 8MP dengan sudut kamera 119 derajat, kemudian kamera Portrait 2MP untuk efek bokeh, serta kamera macro 2MP yang diperuntukkan untuk jarak dekat. Pada bagian depannya tersemat kamera selfie dengan resolusi 16MP yang berada di dalam Dew Drop pada layar 6.3 inci full HD+. Dengan desain kristal baru serta warna Holografik Nanometer membuat tampilannya pun menjadi lebih segar.

Untung Rugi Beli Parabola Mini

Parabola mini merupakan sebuah jenis parabola yang memiliki dish plat yang berukuran kecil. Ukuran dari dish plat yang dimilikinya untuk panjangnya berdiameter sebesar 45cm, 60cm, 80cm, hingga 100cm. Selain itu, parabola juga paling cocok jika dipasang lnb ku-band dan juga s-band. Sedangkan untuk Lnb c-band masih kurang cocok dengan jenis parabola yang satu ini. Namun, meskipun c-band dapat dipasang pada parabola yang satu ini, tapi hasilnya juga masih kurang bagus karena benda tersebut tidak akan mampu menyapu bersih semua frekuensi yang ada di dalam 1 satelit itu. Dan juga agar dapat menangkap frekuensi c-band, lnb parabola mini pun diharuskan untuk dipasangi conical scalar ring. Coba bandingkan harga parabola mini di jualcctvmurah.id

Seperti yang sudah disebutkan diatas tadi jika parabola mini itu lebih cocok untuk lnb ku-band serta s-band. Lalu untuk lnb s-band, hanya terdapat 1 satelit saja yang memakai frekuensi tersebut yakni satelit ses7 dan juga frekuensi manapun digunakan oleh mnc vision parabola berlangganan. Selain itu, untuk chanel-chanel FTA hanya terdapat pada frekuensi ku-band. Dan parabola mini dengan lnb ku-band ini pun hanya mempunyai 2 kelebihan saja yaitu:
– Ukurannya yang cukup kecil sehingga akan dapat dipasang dimana saja selama dari satelit ke parabolanya tidak ada penghalang atau mengalami gangguan.
– Ampuh dari intervensi frekuensi yang lainnya. Frekuensi ku-band tersebut sebenarnya sangatlah aman dari gangguan frekuensi-frekuensi yang lainnya, hal tersebut karena frekuensinya yang sangat tinggi.

Dan kekurangan yang dimiliki oleh parabola mini ialah terdapat pada frekuensi ku-band. Hal tersebut karena frekuensi ku-band ialah sebuah metode frekuensi yang tidak mampu untuk menembus mendung tebal dan juga hujan. Sehingga jika cuacanya tengah mendung tebal maupun hujan, maka sinyal yang diraih oleh pada parabola mini tersebut akan hilang. Oleh karena itu, meskipun parabola mini yang satu ini mempunyai 2 kelebihan, tapi dengan terdapatnya 1 kekurangan pada parabola mini yang satu ini, maka akan membuat parabola mini menjadi kurang cocok untuk wilayah orang asia. Itulah sebabnya di asia sendiri akan kebanyakan satelit untuk memakai frekuensi c-band.

Seperti yang kita ketahui sendiri jika wilayah asia cenderung akan terjadi curah hujan yang tinggi. Atau bisa saja hingga akan terjadi hujan selama berhari-hari. Hal itupun berbeda dengan yang berada di wilayah timur tengah dengan curah hujannya yang sedikit. Itulah alasan di tempat tersebut hampir semua satelitnya memakai frekuensi ku-band. Tapi jika pada rumah konsumen itu sendiri tidak memungkinkan untuk dipasang parabola besar atau disana terdapat intervensi frekuensi yang cukup menganggu, oleh karena itu jalan satu-satunya ialah dengan memakai dish mini dengan lnb ku-band.

Meskipun nantinya akan terganggu jika hujan namun tidak selamanya hujan akan terus menerus, Tentu saja dalam setahun di negara ini terdapat musim mepnghujan serta musim kemarau. Selain itu pun para pengguna parabola mini kini semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Terutama saat ini telah ada Ninmedia di satelit Chinasat 11 yang sinyalnya pun sangat kuat untuk mencakup seluruh indonesia. Dan juga untuk ukuran dish mini pun akan jadi masalah jika hanya lock bisa ke Ninmedia. Untuk biaya yang dikeluarkan juga terlihat semakin murah sehingga tidak perlu banyak mempersiapkan banyak hal..